linfo.id, MEKKAH– Jemaah haji Indonesia dipastikan mendapatkan layanan transportasi Bus Shalawat selama 24 jam penuh untuk mobilitas dari hotel menuju Masjidil Haram. Operasional bus ini menggunakan sistem trayek yang terintegrasi dengan halte-halte yang ditempatkan tepat di depan atau di area hotel dengan kapasitas besar.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, mengimbau agar jemaah segera mengenali nomor rute dan warna stiker bus yang telah disiapkan sejak tiba di hotel. “Kami menyediakan bus Shalawat 24 jam, jemaah silakan keluar dari hotelnya masing-masing menuju halte terdekat,” tegas Ihsan di Makkah.
Pemerintah menempatkan terminal pemberhentian akhir yang berbeda di sekitar Masjidil Haram untuk menghindari penumpukan, seperti Terminal Syib Amir dan Terminal Jiad. Jemaah diharapkan disiplin menggunakan bus yang sama saat berangkat maupun pulang agar tidak tersesat di tengah kepadatan Kota Suci.
“Edukasi ke jemaah penting, mereka harus tahu nomor bus atau rutenya agar saat kembali dari Haram bisa naik bus yang sama,” jelas Ihsan menyoroti pentingnya literasi transportasi bagi jemaah.
Jika terjadi kendala salah arah, jemaah diminta segera menghubungi petugas yang bersiaga di setiap halte dan terminal.






