Sasar 78 Lokasi di Enam Kabupaten, Kementerian PU Gulirkan Program Padat Karya P3-TGAI 2026 di Bali

linfo.id, BADUNG — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bali.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat layanan irigasi pertanian, menjaga keberlanjutan sistem tradisi Subak, serta mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

​Pelaksanaan program berbasis padat karya ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dengan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan kelompok Subak penerima bantuan di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (19/6/2026).

​Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang andal akan memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas usaha tani dapat terus meningkat.

​”Program IBM (Infrastruktur Berbasis Masyarakat) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Menteri Dody.

Sebaran 78 Lokasi Proyek Irigasi di Bali

​Pada Tahun Anggaran 2026 ini, Program P3-TGAI di Pulau Dewata menyasar 78 lokasi yang tersebar secara proporsional di enam wilayah kabupaten:

  • Kabupaten Gianyar: 26 lokasi
  • Kabupaten Bangli: 17 lokasi
  • Kabupaten Tabanan: 17 lokasi
  • Kabupaten Klungkung: 9 lokasi
  • Kabupaten Jembrana: 5 lokasi
  • Kabupaten Karangasem: 4 lokasi

Modernisasi Irigasi Kecil yang Selaras dengan Kearifan Subak

​P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya tunai yang bertujuan meningkatkan layanan irigasi melalui rekonstruksi, rehabilitasi, dan pembangunan jaringan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat petani sebagai pelaku utama. Pendekatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian kelembagaan petani dalam mengelola aset air setempat.

​Cakupan fisik kegiatan meliputi pembenahan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan kurang dari 150 hektare, jaringan irigasi tersier, maupun saluran irigasi desa. Infrastruktur yang dibangun diproyeksikan mampu menjaga keandalan distribusi air baku pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau serta tantangan perubahan iklim.

​Khusus di Provinsi Bali, pelaksanaan P3-TGAI dirancang secara selaras dengan sistem organisasi Subak yang telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat dalam tata kelola air. Melalui kolaborasi erat dan jaringan irigasi yang semakin optimal, sektor pertanian Bali diharapkan kian produktif, tangguh, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah dari tingkat desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *