linfo.id, JAKARTA — Pemerintah Indonesia, UNICEF Indonesia, Water Resilience Coalition (WRC), dan CEO Water Mandate meluncurkan BERSAMA (Berketahanan Air untuk Sanitasi dan Air Minum Aman) untuk memperkuat ketahanan air serta akses layanan air minum, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang berketahanan iklim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat.
Inisiatif multipihak ini melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menangani persoalan air, terutama di wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman mengatakan, akses air yang aman dari sumber hingga rumah tangga penting untuk melindungi kesehatan dan hak anak, terutama ketika banjir, kekeringan, dan kelangkaan air semakin sering terjadi.
“Air yang aman, mulai dari sumber hingga rumah tangga, merupakan hal mendasar untuk melindungi hak anak atas kesehatan yang baik dan lingkungan yang aman,” ujar Maniza.
Fase pertama BERSAMA akan berlangsung pada 2026-2028, dengan fokus di dua kabupaten dan 30 desa di DAS Citarum. Inisiatif tersebut mendapat dukungan awal sebesar US$1 juta dari Gap Inc. dan Haleon.
Program ini menargetkan 200.000 orang mendapatkan akses terhadap layanan WASH yang berketahanan iklim serta meningkatkan kesadaran 300.000 orang mengenai ketahanan air, penghematan air, dan praktik kebersihan.
Selain itu, BERSAMA ditargetkan berkontribusi terhadap pengisian kembali lebih dari 12.000 meter kubik air per tahun melalui pemanenan air hujan, konservasi daerah aliran sungai, dan imbuhan air tanah.
CEO Water Mandate melalui Water Resilience Coalition menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha untuk menghadapi tantangan air secara bersama.
Menurut Bank Dunia, Pulau Jawa dihuni sekitar 57 persen penduduk Indonesia, tetapi hanya memiliki sekitar 6 persen sumber daya air nasional.
Kondisi tersebut membuat penguatan ketahanan air menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan.
BERSAMA juga diarahkan untuk memperkuat kebijakan dan sistem pengelolaan air sehingga dapat menjadi model yang direplikasi dan diperluas di wilayah lain di Jawa.
Inisiatif ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk peningkatan layanan air minum dan sanitasi yang dikelola secara aman serta penguatan ketahanan iklim.
Program tersebut juga mendukung SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, serta agenda kesehatan, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.


