linfo.id, JAKARTA – Kementerian Kehutanan bersama para pihak terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemadaman darat, operasi udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penguatan operasi dilakukan dengan memanfaatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Jumat (23/10/2026) pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 1.336 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Jumlah tersebut turun 14 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 1.350 titik.
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan dunia usaha masih intensif melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan bergambut di Ogan Ilir, Banyuasin, hingga Pulang Pisau.
Penguatan penanganan juga dilakukan langsung di Kalimantan Barat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat (23/10/2026) memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang bersama pemerintah daerah dan jajaran teknis.
Menhut menekankan bahwa tren penurunan hotspot harus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan dan bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Untuk memperkuat operasi di Ketapang, Kementerian Kehutanan menyiapkan 104 personel tambahan yang ditugaskan secara bertahap pada 23–26 Oktober 2026.
Selain pemadaman, penanganan karhutla ditujukan untuk melindungi satwa liar dan habitatnya. Data terbaru mencatat 51 individu orangutan telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara selama periode 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.
Operasi udara saat ini didukung 49 unit armada untuk water bombing, patroli, dan penyemaian awan. Penguatan OMC dengan dukungan bahan semai dry ice dan NaCl pun digencarkan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, hingga Kalimantan Tengah.
BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan mulai meningkat secara signifikan pada Sabtu (24/10/2026), yang akan dimanfaatkan untuk memicu hujan di wilayah sasaran.
Kementerian Kehutanan kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan aktivitas pembakaran atau titik api ke Posko Karhutla Kementerian Kehutanan via Telepon (021-5704618) atau WhatsApp (+62 8131-00-35000).
