Buka Pasar Baru, Petani Batu Betumpang Jajaki Pasokan Sayuran ke SPPG

linfo.id, BANGKA SELATAN – Petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai membuka peluang pasar baru untuk sayuran hasil panen mereka. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University menjajaki kerja sama pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar agar hasil pertanian warga memiliki peluang pembeli yang lebih pasti.

Peluang tersebut dijajaki melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS) sekaligus panen 107 kilogram sayuran di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, Selasa (13/10/2026).

Bacaan Lainnya

Ayik Sofyan, petani penggerak Desa Sumber Jaya Permai, menyambut positif pendampingan yang diberikan.

“Selama ini, akses pasar dan ketidakpastian harga menjadi tantangan bagi petani. Melalui kegiatan ini, kami belajar tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga bagaimana menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli. Adanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami,” ungkap Ayik di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, Selasa (13/10/2026).

Ketua TEP IPB University, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B., menekankan pentingnya pemahaman kebutuhan pasar agar hasil pertanian terserap maksimal.

“Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar,” jelas Suprehatin.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara agar pengembangan usaha di kawasan transmigrasi berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga.

“Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Iftitah saat mengunjungi Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (12/9/2026).

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menekankan pentingnya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” kata Menko AHY dalam acara pelepasan TEP 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan krusialnya pemenuhan pasokan pangan.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Melalui program Trans-Organik ini, TEP IPB University berharap petani kawasan transmigrasi Batu Betumpang dapat memperluas pasar dan meningkatkan mutu sayuran secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *